Kamis, 09 Februari 2012

Memimpikan Kehadiran Voedselbank

+ Hoe gaat het met je?
-  aahh.. goed..goed.. En met jou?
+ prima.
-  wat schrijf je verhaal ?
+ aahh.. ik schrijf voedselbank. ik vind voedselbank is goed idee. Ze moet heefen dat.

===========================================================

Sesuatu yang berbau Belanda membuat saya merasa penasaran. saya penasaran bagaimana cara negeri itu bisa menguasai bangsa Indonesia sebegitu lamanya. kemungkinan yang terpikirkan oleh saya adalah saat itu bangsa Belanda sedemikian pintarnya baik dalam ilmu maupun strategi atau bangsa Indonesia sebegitu bodohnya. whatever, nyatanya Indonesia mantan jajahan Belanda.

kenyataan itu tidak lantas membuat saya benci Belanda..hohoho..justru saya menyimpan impian menginjakkan kaki dan menelusuri negara sungai itu. Impian saya adalah memasang  foto diri dengan background plang "Mohammad Hatta Straat" di semua akun jejaring sosial saya. Ambooii..someday i'll have that pic.

keusikan hati pada "Belanda" menggelitik saya untuk menelusuri negara tersebut walau masih di dunia maya. Hal menarik yang saya dapatkan adalah Voedselbank.



Voedselbank merupakan lembaga penampung makanan yang didanai oleh pemerintah Belanda. Lembaga ini berdiri sejak tahun 2002. Sistem kerja Voedselbank sangat menarik, dimana voedselbank menampung makanan-makanan yang tidak laku untuk nantinya dibagikan kepada masyarakat dengan tingkat perekonomian rendah terutama yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya. Ide voedselbank ini lahir pada tahun 1984 di Perancis yang kemudian diadopsi oleh beberapa negara Uni Eropa bahkan di Belanda telah terdapat 8 voedselbank yang besar. Voedselbank menggandeng foodstore maupun supermarket untuk menyumbangkan makanannya yang tidak laku untuk ditampung di voedselbank dan disalurkan kepada masyarakat. Seperti diuraikan dalam artikel yang saya baca, ide voedselbank berangkat dari kenyataan banyaknya pemusnahan makanan yang hampir kadaluarsa. Di Belanda sendiri terdapat kebijakan mengenai pemusnahan makanan dimana makanan wajib dimusnahkan dalam tempo 2 bulan sebelum masa kadaluarsa. Hal ini memunculkan pemikiran banyaknya makanan yang mubazir sehingga akan lebih bermanfaat jika makanan tersebut dibagikan kepada masyarakat tidak mampu sebelum masa berlakunya habis.

Memang fakta ini menimbulkan pertanyaan, setidaknya pertanyaan dalam benak saya, mengenai kemiskinan di Belanda. Banyak artikel-artikel yang membahas tentang ini namun selama ini dalam bayangan saya kemiskinan di Belanda tidak cukup hebat seperti di Indonesia karena Pemerintah Belanda merupakan pemerintahan yang sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini terbukti dari kebijakan-kebijakannya yang menyediakan jaminan sosial bagi masyarakat tuna karya (baca : pengangguran), sesuatu yang tidak ada di Indonesia.

Jenjang kesejahteraan di Belanda timbul akibat adanya perubahan mata uang yang berlaku yaitu dari Golden beralih ke Euro. Nilai tukar mata uang Golden yang jauh lebih rendah dibandingkan Euro mengakibatkan terjadi lonjakan kemiskinan di Belanda.


Kemiskinan di Indonesia

untuk menyadari kehadiran kemiskinan di Indonesia hampir bisa dikatakan tidak perlu data survey dari lembaga manapun karena kehadirannya cukup mencolok mata. Kecuali kita tinggal di perumahan2 mewah, kita dapat menyaksikan kemiskinan dimana-mana. walaupun saya belum pernah melihat langsung di Belanda, dapatlah kita katakan perbedaan mendasar mengenai kemiskinan di Indonesia dan Belanda, yaitu tidak ada perhatian pemerintah terhadap kemiskinan. bahkan kepala negaranya sibuk mengingkari kemiskinan dengan menyodorkan pada media angka-angka statistik yang menunjukkan kemiskinan di Indonesia menurun. aahh..omong kosong besar.. jika memang angka kemiskinan menurun, mengapa masih banyak anak tak sekolah, banyak masyarakat yang mengidap penyakit rendah gizi, ada kelaparan, ada histeria kemiskinan yang memicu perilaku suicide, kesehatan yang terlantar, tuna wisma yang tersebar, bahkan angka pengangguran yang tetap saja menunjukkan angka fantastis. bukankan pengangguran berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat?
pemimpin Indonesia saat ini lebih sibuk mengurusi rumah tangganya, seakan lupa bahwa ada rakyat yang perlu disejahterakan.

saya memimpikan kehadiran Voedselbank di Indonesia. memang kehadirannya bukan menjadi solusi atas mengenyahkan kemiskinan namun setidaknya keberadaannya dapat menjadi angin penyejuk, penyambung hidup bagi masyarakat kelas bawah. sementara itu pengentasan kemiskinan harus tetap menjadi PR Prioritas pemimpin negeri. Membayangkan keberadaan voedselbank dapat sedikit memberikan rongga untuk bernafas bagi masyarakat.
Alangkah bergunanya para pemimpin bangsa itu jika dapat menghadirkan voedselbank, membentuk suatu kebijakan dimana pengusaha-pengusaha makanan (terutama perusahaan besar) wajib menjadi donatur tetap dalam voedselbank. tentunya makanan-makanan tersebut tetap harus melewati prosedur pengecekan agar  kualitas makanan yang disumbangkan tetap terkontrol. sehingga jangan sampai "sumbangan" tersebut justru menjadi sarana membuang "sampah".


Note :
Gambar diambil dari http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/07/427/belanda_sejahtera__fenomena_si_kaya__quot_penduduk_quot__si_miskin.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar