Senin, 16 Januari 2012

selamat jalan, tulang

di sini aku terpekur..termenung..melongo..dan menangis.
aku terpana dengan berita pagi ini..
kau merengkuh jalan damaimu, tulang.


terasa masih terlalu pagi..
terlalu cepat..
terlalu mendadak..
dan segudang kata terlalu yang kuutarakan pada Tuhan untuk mempertanyakan kepergianmu, tulang. padahal Tuhan memiliki waktunya sendiri.
yah..aku manusia, tulang. manusia yang bersedih..sangat bersedih mendengar kepergianmu.


memoryku tentangmu tidak banyak..cukup lama kita tidak bersua. hal yang paling kuingat hanyalah ketika kau mengajarkan kami menembak di kebun belakang rumah opung. menembak buah kelapa di pohonnya hingga bocor. selongsong peluru itu bahkan kusimpan dalam waktu cukup lama. sayangnya sekarang entah dimana..itu masa kecilku, tulang. masa kecil ketika bersua denganmu menganyam cerita yang hingga kini tertanam lekat di otakku. sungguh hanya itu yang kuingat, tulang. maafkan aku karena tidak banyak mengingat cerita tentang kita..

sungguh tepat kepulangan kami ke binjai. tanggal 28 Desember 2011 malam kami tiba di binjai. Tulang yang menyambut kami di halaman depan rumah opung. aku pangling, tulang. aku sempat gak mengenali wajahmu. aku lupa sosokmu, hanya selongsong peluru dan buah kelapa itulah yang kuingat. lagi-lagi maafkan aku, tulang. aku menoreh alasan cahaya yang tidak cukup baik membuatku tidak mengenali wajahmu. tapi ikatan darah itu memang ada. saat memeluk tubuhmu aku merasakan ada rindu terselip, aku merasakan kepuasan bertemu denganmu, aku bahagia bisa bertemu dan memelukmu. terutama saat ini ketika hanya ada kenangan. aahh..tulang..lagi-lagi kupertanyakan padaNya mengapa terlalu cepat tulang pergi..

belum lama berselang dari kepergian tulang Ella, tulang. kutahu..kita semua tahu betapa sedihnya opung. sekarang opung harus kembali mengatakan selamat jalan pada anaknya, padamu tulang. aku tahu tulang pasti mengerti kesedihan opung. Tuhan..kuatkan hati opung..jangan persalahkan dirinya jika dia tak henti mempertanyakan "mengapa" padaMu. tolong pahamilah kesedihan hatinya, Tuhan.

kepulangan kemarin walaupun hanya sebentar kita bersua cukup dalam menorehkan rasa sayangku padamu, Tulang. aahh..sosokmu..suaramu yang begitu khas sekarang sedang berkecamuk dalam pikiranku. air mataku terus tak berhenti, tulang. bahkan jemariku masih bergetar menuliskan kata-kata ini. tahukah tulang kalau kau begitu menyenangkan..? sungguh..aku mengatakannya bukan karena sekarang kau telah bersama Yesus. tapi saat bertemu denganmu aku merasakannya. menyesalku tidak sempat berfoto denganmu tulang.

umur memang gak ada yang tahu..itu kata orang banyak..tapi tidak menghiburku, tulang. aku hanya ingin mendapat kebebasan sehari ini untuk meratapimu, agar besok aku sanggup menegakkan kepala dan menghentikan air mata ini. maafkan aku, tulang..maafkan aku, Tuhan. just for today, please..

tulang..kata-katamu yang kuingat lekat waktu tulang bilang "setelah kesedihan pasti ada sukacita". berulang kali tulang katakan itu ketika di Binjai kemarin. itu pula yang tulang katakan ketika "ulaon" bang tin. kita mengadakan "ulaon" sesaat setelah kepergian tulang Ella. sekarang tulang yang menyusulnya..aku hanya berusaha untuk mengingat kata-kata tulang untuk menghentikan air mataku. "setelah kesedihan pasti ada sukacita". iya, tulang..hanya hari ini aku bersedih..karena aku tahu tulang akan marah jika kami terus bersedih.

kesedihanku memang bukan apa-apa jika dibandingkan kesedihan Nantulang, Natalia, Bobby, dan Radja. apalagi kesedihan Opung. aaahh..setiap dari kami pasti memiliki caranya sendiri untuk mengatasi kesedihan ini.

tulang..andai tahu kau akan pergi hari ini, rasanya ingin membatalkan kepergian ke kisaran tempo itu. supaya bisa kuraih memory lebih banyak tentangmu dari saat ini. aku ingat pesan-pesan tulang padaku saat "ulaon" itu. aku pasti berhasil, tulang. aku pasti buat bangga keluarga semua, terutama papa, mama, dan opung. sungguh beruntunglah aku sempat bertemu lagi denganmu, tulang. sempat mendengar nasihat-nasihatmu, terutama sempat mendengar langsung doa-doamu untukku. itu bagian dari hidupku yang indah, tulang.

terima kasih untuk bagian-bagian indah di hidupku, tulang. terima kasih telah menorehkan kisah dalam hidupku. Tulang..masih ingat waktu aku berkata "tulang..jangan ketiduran ya kalo lagi jaga tahanan..". hahahah..aku bercanda, tulang..karena aku merasa dekat denganmu maka kuberani bercanda denganmu.
bahagialah semua orang yang pernah mengenalmu, tulang. yang memiliki kisahmu dalam hidup mereka. yang pernah menerima kasih sayangmu. yang pernah melekat dalam kehidupanmu. kami..kami semua yang tulang tinggalkan adalah orang yang bahagia karena memilikimu dalam bagian hidup kami.

Selamat jalan, tulang..
aku sedih..kami sedih..tapi kami bahagia karena Tulang bahagia bersama Yesus..
usapkanlah air mata kami yang menetes..datanglah dalam mimpi kami untuk menyuruh kami berhenti menangis..

aku sayang kamu, tulang..pelukanmu ketika kita berpisah tidak mungkin terlupakan..seperti kisah tentang buah kelapa dan selongsong peluru itu. besok aku tidak akan menangis lagi. aku janji, tulang.  karena tulang pergi untuk diam dalam damai bersama Yesus.

kami akan kuat menerima jalan damai mu...
Selamat Jalan, Tulangku sayang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar