Selasa, 18 Oktober 2011

mengejar mimpi masa kecil

sepertinya masih terlalu premature untuk menceritakannya. tapi rasanya aku harus menuliskannya agar hatiku dapat yakin untuk melakukannya.

aku lahir dan tumbuh di sebuah kota yang cukup jauh dari fasilitas keren yang sekarang gampang diperoleh di kota besar. kotaku memang kota kecil. menemukan sekolah musik/tempat kursus musik adalah hal yang sulit. harus menempuh perjalanan 1 jam dengan kendaraan. sulit dijangkau mengingat orangtuaku sangat protektif sehingga membiarkanku pergi dengan jarak tempuh sekitar 40 km dengan bersepeda adalah hal terakhir yang tidak akan pernah menjadi pilihan dalam hidupnya..hehehe..aku tidak mengeluh..tapi justru kagum. mereka sangat mencintaiku..itu sebabnya.

dari kecil aku selalu ngiler kalo melihat perempuan bermain biola. beragam rasanya..keren, cantik, bersinar, beruntung, bahagia, dst..yang pada intinya membuatku ingin bisa menaklukan alat musik itu. jangan sangka ketika aku menulis ini aku sudah bisa menaklukannya. aku justru baru berpikir untuk memperjuangkan mimpiku itu..menaklukan biola. itu sebabnya aku menuliskannya..agar hatiku bisa yakin dan tidak ragu untuk melakukannya.

selama ini selalu ada alasan bagiku untuk tidak memulai langkah pertama. ketika aku kuliah di Malang ada sekolah musik biola (dan aku sudah ambil brosurnya) tapi alasan yang kuberikan pada diriku adalah biaya kursus mahal dan tidak ada biolanya..memang yang namanya bikin alasan adalah hal paling mudah sedunia..dan terus terang menyenangkan bisa menemukan alasan bagi diri sendiri untuk tidak melakukan sesuatu. addicted. sungguhan..coba saja kalo tidak percaya.

dan sekarang..aku sudah berada di Surabaya..kota dengan segudang fasilitas yang tersedia. aku sudah bekerja dengan penghasilan yang cukup untuk mengejar mimpiku dan..ada biola yang teronggok di ruang tamu milik abangku. mungkin Tuhan coba untuk menggelitikiku dengan cara abangku membawa biola dari Taiwan yang ditinggalkan di ruang tamu. aku telah mencoba memegang dan menggesek biola tersebut. tentu suara yang dihasilnya gak karuan..hahaha..benar2 memekakkan telinga..
yeaahh..status biola itu akan menjadi pinjamanku untuk sementara. jangan keberatan ya abangkuu..

hari ini..aku sudah menetapkan hati untuk mengambil langkah pertama. aku harus melangkah..
ntah ada angin bijaksana apa yang membisiki telingaku dan membuatku berkata demikian pada kekasihku..
" kalo punya mimpi itu harus dikejar. setidaknya mencoba untuk mengejarnya. kalau toh mimpi itu tidak tercapai, tidak akan membuat jadi penyesalan di hari tua. tidak aka ada yang sia-sia dari belajar ataupun mencoba belajar."

tulisan ini akan sekaligus menjadi reminder atas mimpiku..aku harus mampu menaklukannya..jikalau tak mampu setidaknya aku sudah belajar untuk menaklukkannya..dan belajar berani mengejar mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar